Senin, 16 November 2015

Sistem Informasi Psikologi (Tugas 2)

1.      Definisi CBIS
Menurut Bohari (2005), CBIS adalah sistem maklumat yang bersifat keorganisasian dan formal. Sistem formal bermaksud sistem yang bergantung kepada penerimaan data dan definisi data yang tetap.
Kemudian menurut Hall (2007), CBIS adalah akses yang tidak sah untuk mendapatkan keuntungan keuangan atau tujuan lainnya yang bersifat ilegal.
Sedangkan menurut Laudon dan Laudon (2008), CBIS adalah sistem informasi berbasis komputer untuk pemrosesan dan penyebaran informasi yang mengandalkan peranti keras dan lunak komputer.

2.      Definisi SIM        
Menurut Gordon B. Davis (dalam Gaol, 2008), Sistem informasi manajemen (SIM) adalah sebuah kesatuan, sistem mesin pengguna yang terintegrasi dalam memberikan infromasi untuk mendukung operasi, manajemen, dan fungsi pembuatan keputusan dalam suatu organisasi. Sistem yang dimaksud adalah sistem yang menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak komputer, prosedur manual, model yang digunakan untuk menganalisis, merencanakan, mengendalikan, dan membuat keputusan serta sebuah basis data.
Raymond Mcleod Jr (dalam Gaol, 2008), Sistem informasi manajemen adalah sebuah sistem yang sudah terkomputerisasi (sudah menggunakan komputer) yang membuat infromasi berguna untuk pemakainya dengan keperluan yang sama
Menurut James A. O'Brien (dalam Gaol, 2008), sistem informasi adalah sebuah perpaduan/gabungan orang-orang, perangkat keras, perangkat lunak, jaringan komunikasi, dan sumber daya sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah dan menyebarkan infromasi pada sebuah organisasi.

3.      Definisi SIA
Menurut, aplikasi SIA menggunakan komputer hanya untuk pengolahan data perusahaan yang bersifat sederhana, di mana informasi untuk manajemen masih merupakan produk sampingan.
Menurut Gaol (2008) sistem informasi akuntansi adalah segalanya sesuatu yang terjadi dengan sederhana pada sebuah perusahaan bila ditempuh melalui SIA. Saat tindakan berlangsung dan transaksi terjadi, data dimasukkan ke dalam basis data.
Lalu menurut Sarosa, SIA adalah sistem yang mengumpulkan, mencatat, menyimpan, memproses data sehingga menghasilkan informasi yag berguna dalam membuat keputusan

4.      Definisi SPK
Menurut Laudon dan Laudon (2008), Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah mendukung analisis masalah semiterstruktur dan tidak terstruktur, SPK di masa paling awalnya sangatlah digerakkan oleh model, menggunakan beberapa jenis model untuk menunjukkan analisis “bagaimana jika” dan analisis lainnya.
Menurut Turban dan Aronson (dalam Marimin, 2004), Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah suatu sistem interaktif berbasis komputer yang dapat membantu para pengambil keputusan dalam menggunakan data dan model untuk memecahkan persoalan yang bersifat tidak terstruktur.
Kemudian menurut Nofriansyah (2014), SPK sistem yang dibangun solusi atas suatu masalah atau untuk suatu peluang.

5.      Definisi OA
Menurut Gaol (2008), sistem OA menyediakan kemampuan telekomunikasi untuk orang-orang di dalam perusahaan dan memampukan mereka untuk berkomunikasi diantara mereka sendiri dengan para penyalur, serta para pelanggan di lingkungan perusahaan.
Menurut Umar (200A5), OA (Office automation). OA memudahkan momunikasi dan meningkatkan produktivitas di antara manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik, seperti modem, faksimil, word-processing, electronic mail, dan dekstop publishing.
6.      Definisi Sistem Pakar
Menurut Kusrini (2008), Sistem Pakar adalah aplikasi berbasis komputer yang digunakan untuk menyelesaikan masalah sebagaimana yang dipikirkan oleh pakar. Pakar yang dimaksud disini adalah orang yang mempunyai keahlian khusus yang dapat menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh orang awam.
Kemudian menurut Kusrini (2006), SPakar adalah sistem yang dibuat pada wilayah pengetahuan tertentu untuk suatu kepakaran tertentu yang mendekati kemampuan manusia di suatu bidang. Sistem pakar mencoba mencari solusi yang memuaskan sebagaimana yang dilakukan seorang pakar.

Komponen Elemen Sistem
Contoh sistem yang berhubungan dengan ilmu psikologi adalah tes psikologi yang menggunakan komputer yaitu antara lain, papikostick. Di dalam mengaplikasikan tes psikologi ini, akan melewati beberapa tahap:
Pertama, input. Input dalam tes ini adalah soal soal yang diberikan kepada testee.
            Kedua, proses. Proses dalam tes ini adalah ketika testee mengisi seluruh soal yang ada.
Ketiga, output. Output dalam tes ini adalah hasil dari test papikostick tersebut.
Keempat, tujuan. Tujuan dari tes ini adalah untuk mengukur aspek-aspek psikologis dan untuk mengevaluasi perilaku dan gaya kerja individu di tempat kerja.

Daftar Pustaka
Djahir, Y., & Pratia (2014).  Bahan ajar sistem informasi manajemen. Yogyakarta: Deepublish.
Gaol, C. J. L. (2008). Sistem informasi manajemen dan aplikasi. Jakarta: Grasindo
Hutahaean, Jeperson. (2014). Konsep sistem informasi. Yogyakarta: Deepublish.
Tedjasaputra, S, Mayke. (2001). Bermain, mainan, dan permainan untuk pendidikan usia dini. Jakarta: PT Grasindo.
Laudon, K. C., & Laudon, J. P. (2008). Sistem informasi manajemen. Jakarta: Salemba
Nofriansyah, D. (2014). Konsep data mining sistem pendukung keputusan. Yogyakarta:
Deepublish.Umar, H. (2005). Evaluasi kinerja peirusahaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Kusrini. (2008). Aplikasi sistem pakar. Yogyakarta: Andi Offset.
Kusrini. (2006). Sistem pakar teori dan aplikasi. Yogyakarta: Andi Offset.









Selasa, 20 Oktober 2015

Tugas 1 Sistem Informasi Psikologi



A.    Pengertian Sistem

Menurut Jogianto (2005: 2) mengemukakan bahwa sister adalah kumpulan dari elemen-elemeng yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang orang yang betul-betul ada dan terjadi.
Kemudian menurut Jerry FutzGerald, (1981: 5) system adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan , berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.
Selain itu menurut Lani Sidharta (1995: 9), system adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama.


B.     Pengertian Informasi

Menurut Gordon B. Davis (1984:200), Informasi adalah data yang telah di proses/ di olah kedalam bentuk yang sangat berarti untuk penerimanya dan merupakan nilai yang sesungguhnya atau dipahami dalam tindakan atau keputusan yang sekarang atau nantinya.
Kemudian menurut Kenneth C. Laudon (2004:8), Informasi adalah data yang sudah dibentuk kedalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia.
Sedangkan menurut Anton M. Moeliono (1990:33), Informasi adalah penerangan, keterangan, pemberitahuan, kabar atau berita ( tentang). Selanjutnya, Anton M. Moeliono (1990:187), mengatakan bahwa informasi juga adalah keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian analis atau kesimpulan.

C.     Pengertian Psikologi

Ditinjau dari segi ilmu Bahasa, kata psikologi  berasal dari kata psyche artinya jiwa dan  logos artinya ilmu pengetahuan. Jadi psikologi berarti ilmu pengetahuan tentang jiwa atau ilmu jiwa.
Menurut Wundt (dalam Devidoff, 1981) psikologi itu merupakan ilmu tentang kesadaran manusia (the science of human consciousness). Dari batasan ini dapat di kemukakan bahwa dalam psikologi, keadaan jiwa di refleksikan dalam kesadaran manusia. Unsur kesadaran merupakan hal yang dipelajari dalam psikologi.
Sedangkan Branca (1964) menyatakan bahwa psikologi merupakan ilmu pengetahuan tentang perilaku manusia. Hal tersebut dapat dilihat dari pernyataannya: “when the interest of men turns the action of human beings, and when that interest takes the form of accurate observation, exact desriptions, and experimental study of human behavior, the science of psychology emerges” (Branca,1964:2).
Lalu menurut Morgan (1984: 4) psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dan binatang, tetapi sebenarnya dia senada dengan Branca. Karna para ahli psikologi juga mempelajari perilaku binatang dengan maksud agar hasil penelitia tentang binatang bisa dimanfaatkan dalam mempelajari perilaku manusia.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa SIstem Informasi Psikologi adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan kemudian di proses/ diolah untuk dijadikan kajian dasar analisis mengenai perilaku manusia.

DAFTAR PUSTAKA
Gaol, Chr. Jimmy. (2008). Sistem informasi manajemen: Pemahaman dan aplikasi. Jakarta: Grasindo.
Hutahaean, Jeperson. (2014). Konsep sistem informasi. Yogyakarta: Deepublish.
Muhibbinsyah. (2001). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Basuki, A M Heru. (2008). Psikologi umum. Jakarta: Restu Ibu.

Selasa, 09 Juni 2015

Tugas Softskill Terapi Kelompok

Terapi Kelompok
Pada tahun 1910 Jacob Mareno (Psikiater Austria) menggunakan teknik teater untuk mengembangkan interaksi dan spontanitas pasien dengan membawa problemnya pada setting kelompok, psikodrama (terapi kelompok). Harleigh B. Trecker mengatakan bahwa terapi kelompok merupakan suatu metode khusus yang memberikan kesempatan kepada individu-individu  dan kelompok-kelompok untuk tumbuh dalam setting-setting fungsional pekerjaan sosial, rekreasi serta pendidikan. Karena banyaknya pasien yang datang pada terapis, maka terapis menggunakan perawatan dalam kelompok. Faktor dinamik yang berkembang dalam situasi kelompok itu sendiri menampilkan faktor-faktor yang baru yang oleh beberapa terapis menganggap suatu kelebihan terhadap terapi individual.
The Curative Factors in Group Therapy
      11 kategori utama faktor penyembuhan dalam terapi kelompok:
1)      Instillation of hope
2)      Universality
3)      Impasting of information
4)      Altruism
5)      The corrective recapitulation of the primary family group
6)      Development of socializing techniques
7)      Imitative behavior
8)      Interpersonal learning
9)      Group cohesiveness
10)   Catharsis
11)   Existensial factors

Variasi Terapi Kelompok
  1. Terapi Kelompok Psikoanalitis
-          Wolf (1975) dan Slavson (1964) menterjemahkan konsep psikoanalisa (deterministik psikis, konflik masa kecil, struktur kepribadian) dan metode dasar (asosiasi bebas, analisis mimpi, transferens dan resistance) dalam setting kelompok:
n  Wolf: membantu memecahkan problem melalui proses kelompok sebagai miniature dari keluarga primer
n  Slavson: melalui kelompok akan memperoleh insight pada setiap anggotanya

  1. Psikodrama
-          Terapi: main drama
-          Jacob Moreno (1920): metode role playing
n  Tujuan: mendorong katarsis, spontanitas, dan pemahaman diri diantara partisispan
n  Dalam proses terapinya berusaha menciptakan kembali variasi situasi interpersonal, dimana pasien mengalami hambatan psikologis

  1. Terapi Kalompok Behavior
-          Tokoh: Lazarus (1981)
-          Lebih ditujukan untuk efisiensi, problem yang sama ditangani simultan
-          Memiliki 3 tipe terapi kelompok yaitu, systematic desensitization group, behavioral practice group, dan specific behavior group

  1. Transaction
-          Dalam kehidupan sehari-hari orang selalu melakukan transaksi, salah melakukan transaksi, timbul ketidaknormalan
-          Ego state dibagi menjadi 3 yaitu:
n  Parent ego: nurturance dan critical
n  Adult ego
n  Child ego: rebelius dan adaptif
-          3 jenis transaksi yaitu: parallel, cross (bertentangan), dan atelier

  1. T-Group
-          Prinsip: pengalaman pendidikan, dengan trainer kalangan akademin
-          Penekanan pada here dan now
-          A sensitivity Training Group (sensitif dalam pikiran, perasaan, motif, dalam kerangka hubungan interpersonal)
-          Sensitivity Training (laboratory learning: personal dan interpersonal merupakan focus langsung kelompok)
-          Tujuan: membuka area tertutup pikiran dan perasaan, partisipan mengalami perasaan personal yang mendalam dengan partisispan lainnya setelah terapi selesai berlangsung

  1. Encounter Group
-          Rogers (1970): Basic encounters
-          Shultz (1973): metode open-encounter
-          Bertujuan memfasilitasi pertumbuhan personal (menciptakan kebebasan manusai dan memiliki spontanitas serta pengalaman emosional secara intensif bersama)
-          Kekuatan: agen pengubahnya merupakan ‘kontak pengalaman langsung’
-          Kapasitas healing
-          Perubahan perilaku dalam kelompok biasanya akan terbawa setelah pertemuan selesai

  1. Marathon Group
-          Berorientasi waktu, sesi kelompok di desain untuk intensitas dan kecepatan sebuah terapeutik encounter dengan menciptakan tekanan kelompok sepanjang waktu
-          Fred Stoller (1968) menggunakan teknik ini untuk pasien dewasa kronis
-          Bach (1960) mengadopsi teknik tersebut untuk diterapkan pada praktek kliniknya, dengan tema ‘marathon therapy group’

  1. Terapi Kalompok Bioenergetic
-          Oendekatan fisik terhadap terapi kelompok
-          Fokusnya untuk mengekspresikan perasaan melalui gerakan tubuh, posture, musculate dan tipe bernafas (Lowen, 1969)

Hal-hal praktis seputar Terapi Kelompok :
-          Orientasi teori dan kemampuan terapis
-          Anggota ( 5-10 orang ), 1 minggu sekali, 1-2 jam
-          Setting kelompok (circulair)
-          Heterogen atau homogeny
-          Terbuka atau tertutup : keberadaan anggota bertambah atau tidak
-          Peran terapis

Kondisi klien yang tidak direkomendasikan :

·         Klien dalam keadaan kritis
·         Takut bicara pada kelompok
·         Sangat tidak efektif dalam keterampilan sosialisasi (pemalu, agresif, dll)
·         Bila konfidensial adalah hal penting

Daftar Pustaka

Semiun,Yustinus.(2006).Kesehatan Mental 3. Yogyakarta: Kanisius.

Yalom, I. D. (1975). The Theory and Practice of Group Psychotherapy. New York: Basic Books.