Selasa, 09 Juni 2015

Tugas Softskill Terapi Kelompok

Terapi Kelompok
Pada tahun 1910 Jacob Mareno (Psikiater Austria) menggunakan teknik teater untuk mengembangkan interaksi dan spontanitas pasien dengan membawa problemnya pada setting kelompok, psikodrama (terapi kelompok). Harleigh B. Trecker mengatakan bahwa terapi kelompok merupakan suatu metode khusus yang memberikan kesempatan kepada individu-individu  dan kelompok-kelompok untuk tumbuh dalam setting-setting fungsional pekerjaan sosial, rekreasi serta pendidikan. Karena banyaknya pasien yang datang pada terapis, maka terapis menggunakan perawatan dalam kelompok. Faktor dinamik yang berkembang dalam situasi kelompok itu sendiri menampilkan faktor-faktor yang baru yang oleh beberapa terapis menganggap suatu kelebihan terhadap terapi individual.
The Curative Factors in Group Therapy
      11 kategori utama faktor penyembuhan dalam terapi kelompok:
1)      Instillation of hope
2)      Universality
3)      Impasting of information
4)      Altruism
5)      The corrective recapitulation of the primary family group
6)      Development of socializing techniques
7)      Imitative behavior
8)      Interpersonal learning
9)      Group cohesiveness
10)   Catharsis
11)   Existensial factors

Variasi Terapi Kelompok
  1. Terapi Kelompok Psikoanalitis
-          Wolf (1975) dan Slavson (1964) menterjemahkan konsep psikoanalisa (deterministik psikis, konflik masa kecil, struktur kepribadian) dan metode dasar (asosiasi bebas, analisis mimpi, transferens dan resistance) dalam setting kelompok:
n  Wolf: membantu memecahkan problem melalui proses kelompok sebagai miniature dari keluarga primer
n  Slavson: melalui kelompok akan memperoleh insight pada setiap anggotanya

  1. Psikodrama
-          Terapi: main drama
-          Jacob Moreno (1920): metode role playing
n  Tujuan: mendorong katarsis, spontanitas, dan pemahaman diri diantara partisispan
n  Dalam proses terapinya berusaha menciptakan kembali variasi situasi interpersonal, dimana pasien mengalami hambatan psikologis

  1. Terapi Kalompok Behavior
-          Tokoh: Lazarus (1981)
-          Lebih ditujukan untuk efisiensi, problem yang sama ditangani simultan
-          Memiliki 3 tipe terapi kelompok yaitu, systematic desensitization group, behavioral practice group, dan specific behavior group

  1. Transaction
-          Dalam kehidupan sehari-hari orang selalu melakukan transaksi, salah melakukan transaksi, timbul ketidaknormalan
-          Ego state dibagi menjadi 3 yaitu:
n  Parent ego: nurturance dan critical
n  Adult ego
n  Child ego: rebelius dan adaptif
-          3 jenis transaksi yaitu: parallel, cross (bertentangan), dan atelier

  1. T-Group
-          Prinsip: pengalaman pendidikan, dengan trainer kalangan akademin
-          Penekanan pada here dan now
-          A sensitivity Training Group (sensitif dalam pikiran, perasaan, motif, dalam kerangka hubungan interpersonal)
-          Sensitivity Training (laboratory learning: personal dan interpersonal merupakan focus langsung kelompok)
-          Tujuan: membuka area tertutup pikiran dan perasaan, partisipan mengalami perasaan personal yang mendalam dengan partisispan lainnya setelah terapi selesai berlangsung

  1. Encounter Group
-          Rogers (1970): Basic encounters
-          Shultz (1973): metode open-encounter
-          Bertujuan memfasilitasi pertumbuhan personal (menciptakan kebebasan manusai dan memiliki spontanitas serta pengalaman emosional secara intensif bersama)
-          Kekuatan: agen pengubahnya merupakan ‘kontak pengalaman langsung’
-          Kapasitas healing
-          Perubahan perilaku dalam kelompok biasanya akan terbawa setelah pertemuan selesai

  1. Marathon Group
-          Berorientasi waktu, sesi kelompok di desain untuk intensitas dan kecepatan sebuah terapeutik encounter dengan menciptakan tekanan kelompok sepanjang waktu
-          Fred Stoller (1968) menggunakan teknik ini untuk pasien dewasa kronis
-          Bach (1960) mengadopsi teknik tersebut untuk diterapkan pada praktek kliniknya, dengan tema ‘marathon therapy group’

  1. Terapi Kalompok Bioenergetic
-          Oendekatan fisik terhadap terapi kelompok
-          Fokusnya untuk mengekspresikan perasaan melalui gerakan tubuh, posture, musculate dan tipe bernafas (Lowen, 1969)

Hal-hal praktis seputar Terapi Kelompok :
-          Orientasi teori dan kemampuan terapis
-          Anggota ( 5-10 orang ), 1 minggu sekali, 1-2 jam
-          Setting kelompok (circulair)
-          Heterogen atau homogeny
-          Terbuka atau tertutup : keberadaan anggota bertambah atau tidak
-          Peran terapis

Kondisi klien yang tidak direkomendasikan :

·         Klien dalam keadaan kritis
·         Takut bicara pada kelompok
·         Sangat tidak efektif dalam keterampilan sosialisasi (pemalu, agresif, dll)
·         Bila konfidensial adalah hal penting

Daftar Pustaka

Semiun,Yustinus.(2006).Kesehatan Mental 3. Yogyakarta: Kanisius.

Yalom, I. D. (1975). The Theory and Practice of Group Psychotherapy. New York: Basic Books.