Terapi Kelompok
Pada
tahun 1910 Jacob Mareno (Psikiater
Austria) menggunakan teknik teater untuk mengembangkan interaksi dan
spontanitas pasien dengan membawa problemnya pada setting kelompok, psikodrama
(terapi kelompok). Harleigh B. Trecker
mengatakan bahwa terapi kelompok merupakan suatu metode khusus yang memberikan
kesempatan kepada individu-individu dan kelompok-kelompok untuk tumbuh
dalam setting-setting fungsional pekerjaan sosial, rekreasi serta pendidikan.
Karena banyaknya pasien yang datang pada terapis, maka terapis menggunakan
perawatan dalam kelompok. Faktor dinamik yang berkembang dalam situasi kelompok
itu sendiri menampilkan faktor-faktor yang baru yang oleh beberapa terapis
menganggap suatu kelebihan terhadap terapi individual.
The Curative
Factors in Group Therapy
11 kategori utama faktor penyembuhan
dalam terapi kelompok:
1)
Instillation of hope
2)
Universality
3)
Impasting of information
4)
Altruism
5)
The corrective recapitulation of the primary family
group
6)
Development of socializing techniques
7)
Imitative behavior
8)
Interpersonal learning
9)
Group cohesiveness
10) Catharsis
11) Existensial factors
Variasi
Terapi Kelompok
- Terapi Kelompok Psikoanalitis
-
Wolf
(1975) dan Slavson (1964)
menterjemahkan konsep psikoanalisa (deterministik psikis, konflik masa kecil,
struktur kepribadian) dan metode dasar (asosiasi bebas, analisis mimpi, transferens dan resistance) dalam setting
kelompok:
n Wolf: membantu memecahkan problem melalui proses kelompok
sebagai miniature dari keluarga primer
n Slavson: melalui kelompok akan memperoleh insight pada setiap anggotanya
- Psikodrama
-
Terapi: main
drama
-
Jacob Moreno
(1920): metode role playing
n Tujuan: mendorong katarsis, spontanitas, dan pemahaman
diri diantara partisispan
n Dalam proses terapinya berusaha menciptakan kembali
variasi situasi interpersonal, dimana pasien mengalami hambatan psikologis
- Terapi Kalompok Behavior
-
Tokoh: Lazarus
(1981)
-
Lebih ditujukan
untuk efisiensi, problem yang sama ditangani simultan
-
Memiliki 3 tipe
terapi kelompok yaitu, systematic desensitization group, behavioral practice
group, dan specific behavior group
- Transaction
-
Dalam kehidupan
sehari-hari orang selalu melakukan transaksi, salah melakukan transaksi, timbul
ketidaknormalan
-
Ego state dibagi
menjadi 3 yaitu:
n Parent ego: nurturance dan critical
n Adult ego
n Child ego: rebelius dan adaptif
-
3 jenis
transaksi yaitu: parallel, cross (bertentangan), dan atelier
- T-Group
-
Prinsip:
pengalaman pendidikan, dengan trainer kalangan akademin
-
Penekanan pada
here dan now
-
A sensitivity
Training Group (sensitif dalam pikiran, perasaan, motif, dalam kerangka
hubungan interpersonal)
-
Sensitivity
Training (laboratory learning: personal dan interpersonal merupakan focus
langsung kelompok)
-
Tujuan: membuka
area tertutup pikiran dan perasaan, partisipan mengalami perasaan personal yang
mendalam dengan partisispan lainnya setelah terapi selesai berlangsung
- Encounter Group
-
Rogers (1970):
Basic encounters
-
Shultz (1973):
metode open-encounter
-
Bertujuan
memfasilitasi pertumbuhan personal (menciptakan kebebasan manusai dan memiliki
spontanitas serta pengalaman emosional secara intensif bersama)
-
Kekuatan: agen
pengubahnya merupakan ‘kontak pengalaman langsung’
-
Kapasitas
healing
-
Perubahan
perilaku dalam kelompok biasanya akan terbawa setelah pertemuan selesai
- Marathon Group
-
Berorientasi waktu,
sesi kelompok di desain untuk intensitas dan kecepatan sebuah terapeutik
encounter dengan menciptakan tekanan kelompok sepanjang waktu
-
Fred Stoller
(1968) menggunakan teknik ini untuk pasien dewasa kronis
-
Bach (1960)
mengadopsi teknik tersebut untuk diterapkan pada praktek kliniknya, dengan tema
‘marathon therapy group’
- Terapi Kalompok Bioenergetic
-
Oendekatan fisik
terhadap terapi kelompok
-
Fokusnya untuk
mengekspresikan perasaan melalui gerakan tubuh, posture, musculate dan tipe
bernafas (Lowen, 1969)
Hal-hal praktis seputar Terapi Kelompok :
-
Orientasi teori
dan kemampuan terapis
-
Anggota ( 5-10
orang ), 1 minggu sekali, 1-2 jam
-
Setting kelompok
(circulair)
-
Heterogen atau
homogeny
-
Terbuka atau
tertutup : keberadaan anggota bertambah atau tidak
-
Peran terapis
Kondisi klien yang tidak direkomendasikan :
·
Klien dalam
keadaan kritis
·
Takut bicara
pada kelompok
·
Sangat tidak
efektif dalam keterampilan sosialisasi (pemalu, agresif, dll)
·
Bila
konfidensial adalah hal penting
Daftar
Pustaka
Semiun,Yustinus.(2006).Kesehatan Mental 3. Yogyakarta:
Kanisius.
Yalom,
I. D. (1975). The Theory and Practice of
Group Psychotherapy. New York: Basic Books.
