Rabu, 30 April 2014

KASUS PEMBUNUHAN ADE SARA
Polresta Bekasi berhasil mengungkap kasus pembunuhan Ade Sara Angelina Suroto (19),Mahasiswi Universitas Bunda Mulia (UBM) yang dibuang di Jalan Tol Bintara KM 41 Bekasi, Rabu 5 Maret lalu.Setelah melakukan serangkaian penyelidikan,polisi meringkus pelaku pembunuhan Sara  yang ternyata sepasang kekasih yakni  Hafiz (19) dan Asifah (19).Berdasarkan informasi kepolisian,motif pembunuhan ini adalah sakit hati.
Pembunuhan ini bermula dari rasa sakit hati Hafiz terhadap korban.Dia tidak terima korban menghindar darinya setelah putus.Kemudian Hafiz pun menyuruh pacarnya,Asifah memancing korban untuk menemuinya.Asifah diketahui merupakan teman lama korban. Asifah mengajak bertemu korban di sebuah kafe di sekitar Gondangdia dengan alasan sudah lama tidak ketemu.Seolah-olah bertemu secara kebetulan,munculah Hafiz. Setelah ketiganya mengobrol, kedua pelaku membujuk Sara bersedia ikut jalan-jalan dengan menggunakan mobil Kia Visto.Di dalam mobil, kedua pelaku memukul dan menyetrum korban.Tidak puas melakukan perbuatan itu,pelaku menyumpal mulut korban dengan kertas koran.Nahasnya,kertas itu membuat Ade tersedak hingga akhirnya tidak bisa bernafas.
 Korban pun tewas,penyiksaan itu terjadi dalam perjalanan dari wilayah Jakarta selatan menuju Jakarta Timur.Merasa situasi aman,kedua pelaku akhirnya memutuskan untuk membuang mayat korban  di Tol Bintara,Jakarta Timur.Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto mengungkapkan pelaku ditangkap pada Kamis 6 Maret 2014 sore saat melayat di kamar mayat RSCM,tempat jenazah Sara disemayamkan. Satu jam kemudian polisi juga menangkap Asifah.Dari pemeriksaan sementara pihak kepolisian,pelaku membunuh korban karena sakit hati.Sebab korban tidak mau lagi dihubungi dan ditemui oleh pelaku."Jadi pelaku cowok kesal sama korban karena lost contact pas putus. Maunya itu pelaku tetap keep contact.Akhirnya pelaku cowok minta ke pelaku cewek buat pancing (Ade Sara) keluar," ungkap  Rikwanto. 
Sementara itu menurut kepolisian,Asifah ikut melakukan penyiksaan karena cemburu dengan korban yang merupakan mantan pacar kekasihnya.Mayat korban kali pertama ditemukan petugas patroli jalan tol Bintara.Saat itu terlihat sesosok mayat  di jalan Tol Bintara arah Cikunir KM 49, sekira pukul 06.30 WIB,Rabu 5 Maret lalu.Wajahnya sudah membiru,dan ditangan kirinya melingkar gelang karet bertuliskan "Java Jazz Festival"

Ø  ANALISIS :
Dari kasus di atas kita dapat menganalisis menggunakan Teori Kepribadian oleh Sigmund Freud.Faktor yang mempengaruhi kasus tersebut berawal dari sakit hati,kemudian menjadi dendam dan berujung pada pembunuhan.
Struktur kepribadian Freud terbagi atas :
·        Id
Kasus pembunuhan Ade oleh mantan pacarnya itu bisa jadi karena pelaku tidak bisa mengontrol idnya.Id didorong oleh prinsip kesenangan,yang berusaha untuk kepuasan segera dari semua keinginan dan kebutuhan apabila id tidak terpenuhi,orang tersebut akan menjadi sangat tidak nyaman,bahkan bisa cemas.Id yang tidak bisa dipenuhi itu kemudian di tekan ke alam bawah sadar yang kemudian bisa terwujud dalam berbagai cara.
·        Ego
Di dalam ego terdapat defence mechanim atau mekanisme pertahanan,tujuannya adalah untuk mengurangi kecemasan.Dalam kasus pembunuhan tersebut saat pelaku diintrogasi polisi malah terlihat tanpa rasa bersalah setelah melakukan pembunuhan,terlihat di berbagai berita bahwa saat difoto pelaku perempuan malah terlihat tersenyum.Ini adalah salah satu bentuk defence mechanism,pelaku tersenyum usai diintrogasi polisi bertujuan untuk mengurangi kecemasan.
·        Superego

Kasus pembunuhan tersebut tidak akan terjadi apabila id pada pelaku bisa disaring dengan baik oleh superegonya.

Sumber:   http://nathalintanghinanjalu.blogspot.com/2014/04/analisis-kasus-pembunuhan-ade-sara.html

0 komentar:

Posting Komentar