Nama :
Rangga P
Kelas : 3PA06
NPM : 16512021
I.
Manajemen
a)
Pengertian manajemen
Dalam mengartikan dan
mendefinisikan manajemen ada berbagai ragam, ada yang mengartikan dengan
ketatlaksanaan, manajeman, manajemen pengurusan dan lain sebagainya. Bila
dilihat dari literature-literatur yang ada , pengertian manajemen dapat dilihat
dari tiga pengertian :
1.
Manajemen sebagai suatu proses
2.
Manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia
3.
Manajemen sebagai ilmu( science) dan sebagai seni (art).
Manajemen sebagai suatu proses,
melihat bagaimana cara orang untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan
terlebih dahulu. Pengertian manajemen sebagai suatu proses dapat dilihat dari
pengertian menurut :
1. Encyclopedia
of the social science, yaitu suatu proses dimana
pelaksanaan suatu tujuan tertentu dilaksanakan dan diawasi.
2.
Haiman, manajemen yaitu
fungsi untuk mencapai suatu tujua melaluii kegiatan orang lain, mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu mencapai
tujuan.
3.
Georgy R,Terry, yaitu
cara penyampaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan
orang lain.
Manajemen suatu kolektivitas yaitu
merupakan suatu kumpulan dari orang-orangyang bekerja sama untuk mencapai suatu
tujuan bersama. Kolektivitas atau kumpulan orang-orang inilah yang disebut
dengan manajemen, sedang orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksanaannya
suatu tujuan atau berjalannya aktivitas maanajemen disebut manajer.
Manajemen sebagai suatu ilmu seni,
melihat bagaimana aktivitas manajemen dihubungkan dengan perinsip-perinsip dari
manajement. Pengertian manajemen sutuu ilmu dan seni dari :
·
Chaster I Bernard dalam bukunya yang
berjudul the function of the executive,
bahwa manajemen itu yaitu seni dan ilmu, juga Henry Fayol, Alfin Brown Harold, Koonts Cyril O’donnel dan Geroge R
Terry.
·
Marry Parker Follet menyatakan bahwa
manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
Dari defenisi diatas dapat ditarik
kesimpulan bahwa manajemen yaitu koordinasi semua sumber daya melalui proses
perencanaan, pengorganisasian,penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan
untuk mencaapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.
b) Jenis-jenis manajemen
Berdasarkan
tingkatan dan bidang/fungsi Manajemen di bagi menjadi 2, yaitu:
I.
Tingkatan/hirarki
a.
Manajemen puncak (top management)
b.
Manajemen menengah (middle level
management)
c.
Manajemen tingkat bawah (lower level
management)
Penjelasan:
Manajer tingkat atas bertanggung
jawab terhadap perusahaan secara keseluruhan, bertugas menentukan tujuan,
strategi dan kebijakan secara umum, kemudian akan diterjemahkan lebih spesifik
oleh manajer dibawahnya. Selanjutnya
menentukan kelangsungan hidup organisasi.
Manajer menengah terdiri atas
kelompok manajer yang lebih besar.
Tugasnya adalah melaksanakan tujuan, strategi dan kebijakan yang telah
ditetapkan oleh manajer puncak serta mengkoordinasikan dan mengarahkan
aktivitas manajer tingkat bawah dan juga karyawan operasional. Contoh: manajer pemasaran, manajer keuangan, dll.
Manajer tingkat bawah mengawasi
karyawan secara langsung. Tugasnya
adalah mengawasi dan mengkoordinasikan kegiatan operasional yang dilakukan oleh
karyawan. Contoh: pengawas / supervisor.
II. Bidang / fungsi
1.
Manajer umum bertanggung jawab mengawasi
unit tertentu yang mempunyai beberapa bidang sekaligus. Contoh: divisi
2.
Manajer fungsional bertanggung jawab
terhadap satu aktivitas organisasi tertentu. Contoh: manajer pemasaran
Tingkat manajemen dan
ketrampilan manajemen
Manajer puncak lebih
membutuhkan ketrampilan konseptual
Manajer tengah lebih
membutuhkan hubungan manusiawi
Manajer operasional
lebih membutuhkan ketrampilan teknik
Tugas-tugas
manajer
1.
Yang berkaitan dengan tugas utama, yaitu
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan dan pengambilan
keputusan.
2.
Fungsi atau tugas ketatausahaan (fungsi
penunjang)
a.
Pencatatan
b.
Pengumpulan data
c.
Pengolahan data
d.
Penerimaan, penyimpanan dan pemeliharaan
surat
e.
Penerimaan dan pengamanan informasi
f.
Tata hubungan kantor.
Peran
Manajer
1.
Antar pribadi (interpersonal)
2.
Informasi
3.
Pengambil keputusan
Kegagalan
Manajer
1. Kurang
mampu dalam menjalankan fungsi manajerialnya
2. Tidak
mampu mengkoordinir semua sarana manajemen yang tersedia
4. Tidak
mampu mengelola fungsi penunjang
5. Tidak
mampu menempatkan perannya dalam kedudukannya sebagai manajer
c) Apa itu psikologi manajemen
Psikoloogi
manajemen adalah suatu studi tentangtingkah laku manusia yang terlibatdalam
proses manajemen dalam rangka melaksanakan fugsi – fungsi manajemenuntuk
mencapai tujuan yang telah ditetapan sebelumnya.
d) Tujuan psikologi manajemen
Pada hakekatnya fungsi-fungsi diats dapat
dikombinasikan menjadi 10 fungsi, yaitu
a.
Forecasting(ramalan), yaitu kegiatan
meramalkann, memproyeksikanterhadap kemugkinan yang akan terjadi bila sesuatu
dikerjakan
b.
Planning(perencanaan) yaitu penentuan
serangkaian tindakan dan kegiatan untuk mencapai hasil yang diharapkan.
c.
Organizing(organisasi) yaitu
pengelompokan kegiatan untuk mencapai tujuan, termasuk dalam hal ini penetapa
susunan organisasi, tugas dan fungsinya.
d.
Staffing atau assembling
resources(penyusunan personalia) yaitu penyusunan personalia sejak dari
penarikn tenaga kerja baru, latihan dan pengembangan sampai dengan usaha agar
setiap petugas member daya guna maksimal pada organisasi.
e.
Directing atau commanding( pengarahan
atau komando) yaitu usaha member bimbingan saran-saran dan perintah dalam
pelaksanaan tugas masing-masing bawahan(delegasi wewenang ) untuk dilaksanakan
dengan baik dan benar sesuai dengantujuan yang telahh ditetapkan.
f.
Leading yaitu pekerjaan manajer untuk
meminta orang lain agar bertindak sesuai dengan tjuan yang telah ditetapkan.
g. Coordinating(kordinasi)yaitu
menyelaraskan tugas atau pekerjaan agar tidak terjadi kekacauan dan saling
lempar tanggung jawab dengan jalan menghubungkan, menyatu padukan dan
menyelaraskan pekerjaan bawahan.
h. Motivating(
motivasi) yaitu pemberian semangat, inspirasi
dan dorongan kepada bawahan agar engerjakan kegiatan yang telah
ditetapkan secara sukarela.
i.
Controlling(pengawasan) yaitu penemuan
dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telak
dilaksanakan sesuai dengan tujuan.
j.
Reporting(pelaporan) yaitu penysmpsisn
hasil kegiatan baik secara tertlis maupun lisan.
II.
Kepemimpinan
a) Apa itu kepemimpinan
Setelah perencanaan dibuat dan struktur organisasi
dibentuk, maka langkah selanjutnya adalah pengisian jabatan dan organisasi, dikalangan
para ahli manajemen ada bermacam-macam penddapat tentang kepemimpinan, ada yang
berpendapat kepemimpinan adalah fungsi leadership, fungsi motivating atau
fungsi modeling.
Menurut
Stoner kepemimpinan adalah sebagai proses mengarahkan dan mempengaruhi kegiatan
yang berhubungan dengan tugas. Ada tiga
implikasi penting, pertama, kepimpinan melibatkan orang lain( bawahan atau
pengikut), kwalitas seorang pemimpin ditentukan oleh bawahan dalam menerima pengarahan
dari pemimpin.
Kedua,
kepimpinan merupakan pembagian kekuasaan yang tidak seimbang diantara para
pemimpin dan anggota kelompok. Pemimpin mempunyai wewenang untuk mengarahkan
beberapa dari kegiatan anggota kelompok dan sebaiknya bahwa anggota kelompok
atau bawahannya secara tidak langsung
mengarahkan kegiatan pemimpin. Ketiga kepimpinan disamping dapat mempengaruhi
bawahan juga mempunyai pengaruh. Dengan kata lain seorang pemimpin tidakdapat
mengatakan kepada bawahan apa yang harus dikerjakan tapi juga mempengaruhi
bagaimana bawahan melaksanakan perintah pemimpin.
b) Teori kepemimpinan
A
. Teori X dan teori Y dari McGregor
Dauglas
McGregor mengemukakan strategi kepemimpinan efektif dengan menggunakan konsep
manajemen partisipasi. Konsep manajemen partisipasi. Konsep ini terkenal karena
menggunakan asumsi-asumsi sifat dasar
manusia. Pemimpin yang menyukai
teori X cendrung meyukai bergaya kepemimpinan otoriter, dan sebaiknya
eseorang pemimpin yang menyukai teori Y
lebih cendrung menyukai gaya kepimpinan demokratik.
Asumsi
teori X :
1.
Rata –rata kodrat manusia malas atau
tidak menyukai pekerjaan dan akan menghindarinya bila mungkin.
2.
Rata – rata kodrat manusia lebih
menyukai diarahkan, menginginkan jaminan hidup diatas segalanya, ambisi
relative kecil, ingin menghindari tanggng jawab.
3. Karakteristik
manusia dalam menjalankan tugas untuk mencapai organisasi cendrung dipaksa, diawasi,
diarahkan atau diancam dengan hukuman.
Asumsi teori Y :
1.
Rata –rata kodrat manusia dalam kondisi
layak, belajar tidak hanya untuk menerima tapi mencari tanggung jawab.
2.
Penghargaan yang berhubungan dengan
prestasi merupakan tujuan.
3.
Potensi intelektual manusia dalam
kondisi kehidupan industry digunakan hanya sebagian.
4.
Penggunaan phisik dan mental merupakan
kodrat manusia.
5.
Pengarahan dalam usaha pencapaian tujuan
organisasi tidak hanya dengan cara mengawasi dan mengancam dalam bentuk
hukuman. Orang akan melakukan pengendalian diri dan pengarahan diri untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan.
6.
Punya kapasitas untuk melakukan
imajinasi, kecerdikan dan kreativitas dalam penyelesaian massalah-masalah
organisasi yang tersebar secara luas pada seluruh karyawan.
B. Teori contingency ( contingency model of
leadership effectiveness) fred fedler.
Teori ini mengatakan bahwa efektivitas organisasi tergantung pada
interaksi antara kepribadian pemimpin dan situasi. Situasi di klasifikasi
dengan dua karakteristik yaitu :
1.
Derajat situasi dimana pemimpin
menguasai, mengendalikan dan mempengaruhi situasi.
2.
Derajat situasi yang menghadapakan
manajer dengan ketidakpastian.
C. Teori siklus hidup kepimpinan .
Pendekatan kontigen ini dikemukakan oleh paul hersey dan
Kenneth Blanchard. Mereka berpendapat bahwa pemimpin yang paling efektif
bervariasi menurut’’ kematangan’’ bawahan. Kematangan disin diarttikan sebagai
keinginan akan pencapaian, kesediaan menerima tanggung jawab, dan kemampuan
serta pengalaman, bukan menurut usia atau stabilitas emosi.
Hersey
dan Blanchard berpendapat bahwa hubungan antara manajer dengan bwahan ada empat
tahap, yaitu :
1.
Tahap pertama ketika bawahanbaru pertama
kali masuk organisasi, orientasi tugas yang tinggi adalah sangat tepat, juga
perlu diperkenalkan aturan dan prosedur organisasi.
2.
Tahap kedua mawih berorientasi pada
tugas, tetapi kepercayaan kepada bawahan mulai ditingkatkan dan menuju pada
manajemen yang berorientasi pada karyawan.
3. Tahap
ketiga kemampuan dan motivasi prestasi sudah mulai keliahtan dan manajer
memberikan tanggung jawab yang lebih besar sehingga tidak lagi memerlukan
hubungan direktif dengan manajer mereka.
III.
Perencanaan
a)
pengertian perencanaan
Menurut newan pof
action erencanaan ( planning) is deciding in advance what is to be done .
1.
Sedang menurut A.Allen planning is the
determination of a cource to achive a
desired result.
2.
Pada dasarnya yang dimagsud dengan
perencanaan yaitu member jawaban atas pertanyaan – pertanyaan apa(what),
siapa(who) , kapan ( when), dimana( where), mengapa(why)dan bagaimana (how).
Jadi perencanaan yaitu fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan pemilihan
dari sekumpulan kegiatan – kegiatan dan pemutusan tujuan kebijaksanaan serta
program yang dilakukan.
3.
Kebutuhan akan perencanaan semakain hari
semakin meningkat, dimana peningkatan tersebut punya akibat potensial terbesar
terhadap sukses dan gagalnya manajemen.
b)
Manfaat
perencanaan
1.
Standar pelaksanaan dan pengawasan.
2.
Pemilihan berbagai alternative terbaik.
3.
Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan.
4.
Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi.
5.
Membantu manajer menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.
6.
Alat memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait, dan,.
7.
Alat meminimalkan pekerjaan yang tidak pasti.
8.
Mengarah pada tindakan yang bertujuan.
9.
Menghindari kesalahan atau risiko.
10. Memungkinkan
pendelegasian tugas (kekuasaan).
11. Memungkinkan
koordinasi.
12. Metode yang digunakan
bisa lebih baik.
13. Bisa berhemat atau
ekonomis dana.
14. Bisa menghemat tenaga
manajemen.
15. Sebagai dasar untuk
pengendalian.
c)
Jenis
perencanaan organisasi
Melihat tingkat hirarkis, ada tiga jenis perencanaan:
perencanaan strategis, taktis dan operasional.
1.
Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis dianggap oleh organisasi secara keseluruhan dan dihasilkan oleh tingkat hirarki yang lebih tinggi dari sebuah organisasi. Berkaitan dengan tujuan jangka panjang dan strategi dan tindakan untuk mencapainya.
Perencanaan ini merupakan proses dimana eksekutif / top manajer meramal arah jangka panjang dari suatu entitas dengan menetapkan target spesifik pada kinerja, dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal untuk melakukan tindakan perencanaan yang dipilih.
Hal ini biasanya dilakukan dalam organisasi pada tingkat manajerial, atau tingkat tertinggi perintah, yang dilakukan dengan cara taktik dan prosedur yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau diberikan perencanaan jangka panjang lebih dari 5 tahun.
Perencanaan strategis juga merupakan suatu hal untuk merencanakan strategi dalam segala hal, atau dalam kehidupan sehari-hari setiap orang.
Perencanaan strategis dianggap oleh organisasi secara keseluruhan dan dihasilkan oleh tingkat hirarki yang lebih tinggi dari sebuah organisasi. Berkaitan dengan tujuan jangka panjang dan strategi dan tindakan untuk mencapainya.
Perencanaan ini merupakan proses dimana eksekutif / top manajer meramal arah jangka panjang dari suatu entitas dengan menetapkan target spesifik pada kinerja, dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal untuk melakukan tindakan perencanaan yang dipilih.
Hal ini biasanya dilakukan dalam organisasi pada tingkat manajerial, atau tingkat tertinggi perintah, yang dilakukan dengan cara taktik dan prosedur yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau diberikan perencanaan jangka panjang lebih dari 5 tahun.
Perencanaan strategis juga merupakan suatu hal untuk merencanakan strategi dalam segala hal, atau dalam kehidupan sehari-hari setiap orang.
2.
Perencanaan Taktis / Taktik
Pada tingkat kedua dari perencanaan, taktis, kinerja berada dalam setiap area fungsional bisnis, termasuk sumber daya tertentu. Perkembangannya terjadi oleh tingkat organisasi menengah, bertujuan untuk efisiensi penggunaan sumber daya yang tersedia untuk jangka menengah proyeksi. Dalam perusahaan besar dengan mudah mengidentifikasi tingkat perencanaan, yang diberikan oleh setiap kepala bagian.
Bagian taktis merupakan proses yang berkelanjutan, yang bertujuan dalam waktu dekat, merampingkan pengambilan keputusan dan menentukan tindakan. Bagian Ini dilakukan secara sistemik karena merupakan totalitas yang dibentuk oleh sistem dan subsistem, seperti yang terlihat dari sudut pandang sistemik. Apakah iteratif, dan proyek mana yang harus fleksibel dan menerima penyesuaian dan koreksi. Teknik ini memungkinkan pengukuran siklus dan evaluasi sebagai dijalankan yang secara dinamis dan interaktif dilakukan dengan orang lain, dan merupakan teknik yang mengkoordinasikan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan dari efisiensi.
Pada tingkat kedua dari perencanaan, taktis, kinerja berada dalam setiap area fungsional bisnis, termasuk sumber daya tertentu. Perkembangannya terjadi oleh tingkat organisasi menengah, bertujuan untuk efisiensi penggunaan sumber daya yang tersedia untuk jangka menengah proyeksi. Dalam perusahaan besar dengan mudah mengidentifikasi tingkat perencanaan, yang diberikan oleh setiap kepala bagian.
Bagian taktis merupakan proses yang berkelanjutan, yang bertujuan dalam waktu dekat, merampingkan pengambilan keputusan dan menentukan tindakan. Bagian Ini dilakukan secara sistemik karena merupakan totalitas yang dibentuk oleh sistem dan subsistem, seperti yang terlihat dari sudut pandang sistemik. Apakah iteratif, dan proyek mana yang harus fleksibel dan menerima penyesuaian dan koreksi. Teknik ini memungkinkan pengukuran siklus dan evaluasi sebagai dijalankan yang secara dinamis dan interaktif dilakukan dengan orang lain, dan merupakan teknik yang mengkoordinasikan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan dari efisiensi.
3.
Perencanaan Operasional
Ketidakpastian yang disebabkan oleh tekanan dan pengaruh lingkungan harus berasimilasi pada pertengahan atau taktik yang harus mengkonversi dan menafsirkan keputusan strategis, tingkat tertinggi, ke dalam rencana konkrit di tengah dan membuat rencana yang akan dilakukan dan, pada gilirannya, dibagi lagi menjadi rencana operasional dan rincian yang akan dijalankan pada tingkat operasional.
Karena jadwal pada tingkat operasional sesuai dengan set bagian homogen dari perencanaan taktis, yaitu, mengidentifikasi prosedur spesifik dan proses yang diperlukan di tingkat bawah organisasi, menyajikan rencana aksi atau rencana operasional. Hal ini dihasilkan oleh tingkat organisasi yang lebih rendah, dengan fokus pada kegiatan rutin perusahaan, oleh karena itu, rencana dikembangkan untuk waktu yang singkat.
Perencanaan Operasional ini dilakukan pada karyawan di tingkat terendah dari organisasi. Membuat perencanaan kecil sebuah organisasi dan merinci bagaimana tujuan akan dicapai. Bahkan, semua titik dasar perencanaan terjadi di tingkat operasional, yang sangat mempengaruhi dan menentukan, bersama dengan, hasil taktik.
Termasuk tugas-tugas operasional dan skema operasi yang benar dan efisien dalam menjalani sistem pendekatan reduksionis proses khas ditutup. Hal ini dilakukan berdasarkan proses diprogram dan teknik komputasi. Ini mengubah ide menjadi kenyataan, atau mengeksekusi tujuan dari suatu tindakan melalui berbagai rute, jangka pendek pekerjaan umumnya kurang dari 1 tahun.
Ketidakpastian yang disebabkan oleh tekanan dan pengaruh lingkungan harus berasimilasi pada pertengahan atau taktik yang harus mengkonversi dan menafsirkan keputusan strategis, tingkat tertinggi, ke dalam rencana konkrit di tengah dan membuat rencana yang akan dilakukan dan, pada gilirannya, dibagi lagi menjadi rencana operasional dan rincian yang akan dijalankan pada tingkat operasional.
Karena jadwal pada tingkat operasional sesuai dengan set bagian homogen dari perencanaan taktis, yaitu, mengidentifikasi prosedur spesifik dan proses yang diperlukan di tingkat bawah organisasi, menyajikan rencana aksi atau rencana operasional. Hal ini dihasilkan oleh tingkat organisasi yang lebih rendah, dengan fokus pada kegiatan rutin perusahaan, oleh karena itu, rencana dikembangkan untuk waktu yang singkat.
Perencanaan Operasional ini dilakukan pada karyawan di tingkat terendah dari organisasi. Membuat perencanaan kecil sebuah organisasi dan merinci bagaimana tujuan akan dicapai. Bahkan, semua titik dasar perencanaan terjadi di tingkat operasional, yang sangat mempengaruhi dan menentukan, bersama dengan, hasil taktik.
Termasuk tugas-tugas operasional dan skema operasi yang benar dan efisien dalam menjalani sistem pendekatan reduksionis proses khas ditutup. Hal ini dilakukan berdasarkan proses diprogram dan teknik komputasi. Ini mengubah ide menjadi kenyataan, atau mengeksekusi tujuan dari suatu tindakan melalui berbagai rute, jangka pendek pekerjaan umumnya kurang dari 1 tahun.
4.
Perencanaan Normatif
Mengacu pada penciptaan standar, kebijakan serta peraturan yang ditetapkan untuk operasi organisasi. Hal ini bergantung pada pembentukan standar, metodologi dan metode untuk berfungsinya kegiatan yang direncanakan.
Standar-standar tentang pendirian aturan dan / atau undang-undang dan / atau kebijakan dalam setiap kelompok atau organisasi, terutama untuk menjaga pengendalian, pemantauan dan pengembangan perencanaan dan pengembangan standar dan kebijakan. Perencanaan berhubungan erat dengan desain struktur organisasi. Ini berlaku di daerah yang sangat spesifik, yang umumnya adalah mereka yang mengawasi dan menentukan aspek pada tingkat lainnya tidak dapat dipisahkan.
Mengacu pada penciptaan standar, kebijakan serta peraturan yang ditetapkan untuk operasi organisasi. Hal ini bergantung pada pembentukan standar, metodologi dan metode untuk berfungsinya kegiatan yang direncanakan.
Standar-standar tentang pendirian aturan dan / atau undang-undang dan / atau kebijakan dalam setiap kelompok atau organisasi, terutama untuk menjaga pengendalian, pemantauan dan pengembangan perencanaan dan pengembangan standar dan kebijakan. Perencanaan berhubungan erat dengan desain struktur organisasi. Ini berlaku di daerah yang sangat spesifik, yang umumnya adalah mereka yang mengawasi dan menentukan aspek pada tingkat lainnya tidak dapat dipisahkan.
Contoh kasus dalam organisasi
a.
Dalam sebuah perusahaan, mengalami
perdebatan karena perbedaan pendapat antara karyawan dengan karyawan
lain,mereka mencoba memberikan argumentasi mereka ,atas produk yang akan di
jual oleh perusahaan. Penyelesaiaan : Manajer harus memberikan jalan tengah
yaitu dengan menyatukan argumentasi mereka dengan menjadikan suatu analisis
yang baik dan dapat di terima oleh karyawan-karyawannya.
b.
Dalam sebuah perusahan terdapat dari
salah satu karyawan mengalami stress ketika melakukan pekerjaan karena
mendapat permasalahan dari rumah
tangganya, sehingga pekerjan karyawan tersebut kurang professional dan tidak
seperti biasanya. Penyelesaian dalam kasus ini diberikan kepada staf HRD dari
perusahaan tersebut denga cara memberikan pengarahan,meluruskan, motivasi yang
baik dan melakukan terapi kedua pasangan tersebut agar menjadi lebih baik.
c.
Terjadi kasus konflik yang terjadi pada
karyawan akibat permasalahn gaji, si A memiliki gaji yang lebih besar dari si
B, padahal pekerjan yang sama tetapi si
A mendapatkan pendapatan lebih besar. Terjadi lah konflik ke2 kryawan tersebut.
Seharusnya ini disalahkan terhadap HRDnya kenpa bisa pekerjaan yang sama tetapi
memiliki gaji yang berbeda. Dalam kasus ini pun dapat diselesaikan oleh kepala
perusahan ni, sehingga agar kasus ini
tidak membuat kerugian terhadap karyawan maupun HRD tersebut dengan memberikan
pengarahan dan bekerja sebaik mungkin.
Sumber : diterbit oleh
gunadarma oleh mohammad abdul mukhyi, mei 1995

0 komentar:
Posting Komentar