PSIKOLOGI & INTERNET DALAM LINGKUP INTRAPERSONAL (PENULISAN)
3. PSIKOLOGI DAN INTERNET DALAM
LINGKUP INTRAPERSONAL
1. ASPEK PSIKOLOGIS DARI INDIVIDU
PENGGUNA INTERNET
A. FENOMENA IDENTITAS DIRI MELALUI
INTERNET.
Melalui identitas online konsisten dengan teori-teori pembentukan sosial. Identitas online dapat digunakan untuk mengeksplorasi aspek-aspek diri, memfasilitasi kesadaran diri yang lebih besar dan menjadi katalis untuk perubahan positif. Bahkan identitas online justru memfasilitasi flexible selves seseorang yang merupakan adaptasi yang wajar dan perwujudan eksplorasi diri. Dunia maya juga memfasilitasi keterbukaan emosional di ruang maya yang membuat individu mampu mengekspresikan diri dan dimengerti. Hubungan yang berarti terbentuk di dunia maya, kerena media ini secara natural memfasilitasi individu memaparkan diri lebih intim denga mediasi layar dan nama samaran.
Melalui identitas online konsisten dengan teori-teori pembentukan sosial. Identitas online dapat digunakan untuk mengeksplorasi aspek-aspek diri, memfasilitasi kesadaran diri yang lebih besar dan menjadi katalis untuk perubahan positif. Bahkan identitas online justru memfasilitasi flexible selves seseorang yang merupakan adaptasi yang wajar dan perwujudan eksplorasi diri. Dunia maya juga memfasilitasi keterbukaan emosional di ruang maya yang membuat individu mampu mengekspresikan diri dan dimengerti. Hubungan yang berarti terbentuk di dunia maya, kerena media ini secara natural memfasilitasi individu memaparkan diri lebih intim denga mediasi layar dan nama samaran.
Transparansi membuat masyarakat
sekarang berbuat maupun mencari sesuatu yang kredibel. Orang tidak gampang
dibohongi. Semua jejak rekam kita ada di dalam internet. Kita dituntut bisa
hidup otentik. Namun di sini lain, internet juga menyuguhkan ketidakotentikan
yang ujungnya ketidakkredibelan. Contoh kasus, maraknya akun-akun palsu di
media sosial yang mempunyai daya pengaruh kuat (di Twitter, misalnya Benny
Israel). Selain itu, muncul gerakan Anonymous di media sosial. Belum lagi
dengan Net-Terrorist yang doyan merusak dan mencari masalah di internet. Hal
ini yang justru melahirkan ketidakpercayaan. Di internet, kita bisa kelihatan
jati diri kita tapi juga bisa menyembunyikan jati diri kita. Lain contoh adalah
kejahatan maupun penipuan online, melalui Facebook yang selama ini marak.
Fenomena kepribadian ganda juga bisa masuk di sini.
Dunia virtual memang bukan dunia
real. Kartunis Peter Steiner pernah mengirim karikatur seekor anjing sedang
bermain internet dan dipublikasikan di The New Yorker, 5 Juli 1993 dengan
tulisan “On the internet, nobody knows you’re a dog.” Sementara itu, pemikir
Prancis Jean Baudrillard menandaskan dunia sekarang semakin masuk ke
hipperrealitas di mana kita tidak bisa membedakan mana yang asli dan mana yang
bukan. Perasaan kita bisa turut lebih hanyut pada penderitaan tokoh dalam
sinetron yang notabene tidak nyata daripada tersentuh dengan nasib tetangga
yang nyata ada dan sedang kena musibah. Psikolog John Suler, seperti dikutip
dari buku “Facebook and Philosophy: What’s on Your Mind?” (2010), mengatakan
bahwa dunia online telah memicu “disinhibition effect” di mana orang lebih gampang
menampilkan kesejatian dirinya (self-disclose) bila dibanding dalam dunia
nyata. Di sini, orang bisa mengeluarkan semua isi hati, kekesalan, kritikan,
komentar provokatif, dan sebagainya.
B. KARAKTERISTIK KEPRIBADIAN PENGGUNA INTERNET
- Kepribadian adalah karakteristik dinamik dan terorganisasi dari seorang individu yang mempengaruhi kognisi, motivasi, dan perilakunya. Kepribadian bersifat unik dan konsisten sehingga dapat digunakan untuk membedakan antara individu satu dengan lainnya. Keunikan inilah yang menjadikan kepribadian sebagai variabel yang digunakan untuk menggambarkan diri individu yang berbeda dengan individu lainnya.
- Orang yang dalam dunia nyata terkenal pendiam, bisa menjadi pembual di dunia online. Hal ini kental dengan unsur paradoksnya, yakni orang berani menampilkan dirinya yang nyata (real self) di media yang tidak nyata atau lebih tepat disebut sebagai dunia virtual dan dengan identitas yang anonim.
B. KARAKTERISTIK KEPRIBADIAN PENGGUNA INTERNET
- Kepribadian adalah karakteristik dinamik dan terorganisasi dari seorang individu yang mempengaruhi kognisi, motivasi, dan perilakunya. Kepribadian bersifat unik dan konsisten sehingga dapat digunakan untuk membedakan antara individu satu dengan lainnya. Keunikan inilah yang menjadikan kepribadian sebagai variabel yang digunakan untuk menggambarkan diri individu yang berbeda dengan individu lainnya.
- Orang yang dalam dunia nyata terkenal pendiam, bisa menjadi pembual di dunia online. Hal ini kental dengan unsur paradoksnya, yakni orang berani menampilkan dirinya yang nyata (real self) di media yang tidak nyata atau lebih tepat disebut sebagai dunia virtual dan dengan identitas yang anonim.
2. ASPEK DEMOGRAFIS DARI INDIVIDU
PENGGUNA INTERNET
Situs jejaring sosial seperti facebook,
twitter, dll. Dapat memperlihatkan profil penggunannya. Biasanya pengguna lain
mengetahui hal itu dari profil dan pada umumya profile tersebut mengacu pada
foto, nama, usia, gender, lokasi, sekolah, pekerjaan.. Hal ini digunakan untuk
memperkenalkan diri kepada dunia maya tentang dirinya.

0 komentar:
Posting Komentar