PSIKOLOGI
DAN INTERNET DALAM LINGKUP INTERPERSONAL (PENULISAN )
1.
Ketertarikan Interpersonal dalam Internet
Hubungan
interpersonal adalah hubungan yang bersifat relative dalam jangka panjang
antara dua orang atau lebih yang didasarkan pada emosi, ketertarikan, kesamaan
minat, interaksi-interaksi sehari-hari, dan sebagainya. Hubungan interpersonal
meliputi keluarga, teman, pacar, pasangan seumur hidup, kenalan, teman kerja,
dan lingkungan sekitar seperti tetangga. Hubungan interpersonal dapat diatur
mulai dari kesepakatan bersama, adat, sampai hukum. Ketertarikan interpersonal
dapat diartikan bahwa suatu perasaan dimana seorang individu menyukai atau
tertarik terhadap individu lainnya. Dalam hubungan online, daya tarik orang
lain jauh lebih kecil, saling mengenal satu sama lain lebih penting. sebagai
informasi dalam pesan pertama sangat terbatas, kasus cinta pada byte pertama
lebih jarang. kasus yang lebih umum adalah orang-orang dari “cinta pada awalnya
online chatting”, sebagai chatting seperti memberikan informasi lebih lanjut.
Misalnya, seseorang mungkin mendeteksi di chat pertama rasa humor dan langsung
jatuh cinta dengan pengirim.
2.
Hambatan Psikologi dalam interpersonal online-relation.
Hambatan
psikologis yakni hambatan-hambatan yang merupakan unsur-unsur dari kegiatan
psikis manusia, antara lain :
a. Norma dan Etika yang Kurang Berlaku, sudah tidak jarang bahkan untuk saat ini sudah banyak kita lihat seorang pengguna internet yang terlalu frontal dalam memberikan komentar-komentarnya dijejaring sosial.
b. Adanya Identitas Palsu, seperti yang kita lihat sekarang banyak sekali orang yang memalsukan identitasnya. Dalam kata lain dia tidak menjadi dirinya sendiri.
c. Kurang Terjaminnya Komitmen, setiap hubungan dibutuhkan adanya komitmen dimana kedua belah pihak memiliki suatu persetujuan yang bersifat mengikat.
a. Norma dan Etika yang Kurang Berlaku, sudah tidak jarang bahkan untuk saat ini sudah banyak kita lihat seorang pengguna internet yang terlalu frontal dalam memberikan komentar-komentarnya dijejaring sosial.
b. Adanya Identitas Palsu, seperti yang kita lihat sekarang banyak sekali orang yang memalsukan identitasnya. Dalam kata lain dia tidak menjadi dirinya sendiri.
c. Kurang Terjaminnya Komitmen, setiap hubungan dibutuhkan adanya komitmen dimana kedua belah pihak memiliki suatu persetujuan yang bersifat mengikat.
3.
Perilaku Negatif dalam Interpersonal online-relation
-
Cyber Cheating bisa dibilang perselingkuhan. ketika seseorang yang secara nyata
memiliki pasangan di dunia nyata, mereka bisa memiliki pasangan juga didunia
maya. Misalnya , pria beristri memiliki sebuah akun di jejaring sosial,
sedangkan istrinya tidak. Tanpa sepengetahuan istrinya, si suami memasang
status ‘single’ di akun jejaring sosialnya itu. Sehingga secara tidak langsung,
pria beristri ini berkesempatan untuk memiliki gadis single lainnya.
- Cyber Flirting adalah merayu atau menggoda yang dilakukan dalam dunia maya. Dikategorikan negatif karena terkadang si penggoda tidak menggunakan bahasa yang baik atau bahkan si penggoda ini adalah penyamar pada suatu akun.
- Cyber Flirting adalah merayu atau menggoda yang dilakukan dalam dunia maya. Dikategorikan negatif karena terkadang si penggoda tidak menggunakan bahasa yang baik atau bahkan si penggoda ini adalah penyamar pada suatu akun.

0 komentar:
Posting Komentar