E.
Analisis transaksional (Berne)
1. Konsep
Tiga jenis
teori transaksi komunikasi antar persona (ericberne)
a. Transaksi Komplementer. Dalam
transaksi ini terjadi kesamaan makna terhadap pesan.Pesan yang satu dilengkapi
pesan yang lain meskipun dalam jenis ego yang berbeda.
b. Transaksi Silang. Dalam transaksi
ini pesan yang dikirimkan oleh komunikator tidak mendapat respon yangsewajarnya
dari komunikate.
c. Transaksi Tersembunyi. Transaksi
ini terjadi bila campuran beberapa sikap di antara komunikator dan
komunikatesehingga salah satu sikapnya disembunyikan.
Karakteristik
Orang Tua (Parent=P)
NUTURING
PARENT (NP)
· Menasehati.
· Memberi hiburan
· Menguatkan perasaan.
· Memberikan pertimbangan
· Membantu
· Melindungi
· Mendorong berbuat baik
CRITICAL
PARENT (CP)
· Suka menghardik
· Menghukum
· Berprasangka
· Melarang
Karakteristik
Dewasa (Adult=A)
· Bersifat rasional
· Dapat mengambil kesimpulan
· Keputusan berdasarkan fakta
· Suka bertanya
· Tidak emosional
Karakteristik
Anak-anak(Child=C)
NATURAL
CHILD (ND)
· Ingin tahu
· Berkhayal
· Kreatif Memberontak
ADAPTED
CHILD (AC)
· Mengeluh
· Ngambek
· Suka pamer
· Manja
2.
Unsur-unsur terapi
Analisis
transaksional meyakini pada diri individu terdapat unsur-unsur kepribadian yang terstruktur dan itu merupakan satu kesatuan yang disebut dengan
“ego state”. Adapun unsur kepribadian itu terdiri dari:
1. Ego state child
Pernyataan
ego dengan ciri kepribadian anak-anak seperti bersifat manja, riang, lincah dan
rewel. Tiga bagian dari ego state child ini ialah:
a) Adapted child (kekanak-kanakan)
Unsur ini
kurang baik ditampilkan saat komunikasi karena banyak orang tidak menyukai dan
hal ini menujukkan ketidak matangan dalam sentuhan.
b) Natural child (anak yang alamiah)
Natural
child ini banyak disenangi oleh orang lain karena sifatnya yang alamiah dan
tidak dibuat-buat serta tidak berpura-pura, dan kebanyakan orang senang pada
saat terjadinya transaksi.
c) Little professor
Unsur ini
ditampilkan oleh seseorang untuk membuat suasana riang gembira dan menyenangkan
padahal apapun yang dilakukannya itu tidaklah menunjukkan kebenaran.
2. Ego state parent
Ciri
kepribadian yang diwarnai oleh siafat banyak menasehati, memerintah dan
menunjukkan kekuasaannya. Ego state parent ini terbagi dua yaitu:
a) Critical parent
Bagian ini
dinilai sebagai bagian kepriadian yang kurang baik, seperti menujukkan sifat
judes, cerewet, dll.
b) Nurturing parent
Penampilan
ego state seperti ini baik seperti merawat dan lain sebagianya.
3. Ego state adult
Berorientasi
kepada fakta dan selalu diwarnai pertanyaan apa, mengapa dan bagaimana.
Dengan demikian untuk kita ketahui bahwa
dalam tiap individu ego state yang tiga diatas berbeda-beda kadarnya dalam diri
setiap individu. Berapa banyak ego state yang ada dalam individu akan
mempengaruhi tingkah laku orang tersebut.
3. Teknik
terapi
Teknik
Konseling Dalam AT konseling diarahkan kepada bagaimana klien bertransaksi
dengan lingkungannya. Karena itu, dalam melakukan konseling ini, konselor
memfokuskan perhatian terhadap apa yang dikatakan klien kepada orang lain dan
apa yang dikatakan orang lain kepada klien. Untuk itu, teknik yang sering
digunakan dalam AT diantaranya adalah analisis struktur, analisis
transaksional, analisis mainan dan analisis skript,.
a. Analisis Struktur Analisis struktur
maksudnya adalah analisis terhadap status ego yang menjadi dasar struktur
kepribadian klien yang terlihat dari respons atau stimulus klien dengan orang
lain
b. Analisis transaksional Konselor
menganalisis pola transaksi dalam kelompok, sehingga konselor dapat mengetahui
ego state yang mana yang lebih dominan dan apakah ego state yang ditampilkan
tersebut sudah tepat atau belum.
c. Analisis Mainan Analisis mainan
adalah analisis hubungan transaksi yang terselubung antara Klien dengan
konselor atau dengan Lingkungannya. Konselor menganalisis suasana permainan
yang diikuti oleh klien untuk mendapat sentuhan, setelah itu dilihat apakah
klien mampu menanggung resiko atau malah bergerak kearah resiko yang tingkatnya
lebih rendah.
d. Analisis Skript Analisis Skript ini
merupakan usaha konselor untuk mengenal proses terbentuknya skript yang
dimiliki klien. Analisis skript ini hendaknya sampai menyelidiki transaksi
seseorang sejak dalam asuhan orang tua, pada masa ini terjadi transaksi antara
orang tua dengan anak-anaknya. Dan pada akhirnya terbentuk suatu tujuan hidup
dan rencana hidup (script atau naskah). Hal ini dilakukan apabila konselor
sudah meyakini bahwasanya kliennya terjangkit posisi hidup yang tidak sehat.
Sumber
Rujukan ;
Berne, E.
1961.Transactional Analysis in Psychotherapy: A Systematic Individual and
Social Psychiatry.USA: Grove Press

0 komentar:
Posting Komentar